Bermain Games Online bersama 633Domino

Cerita Sex Sisca Sahabat Penaku Kena Entot



CERITA SEX | Hubungan kami berawal dari dimuatnya surat pembacaku, kala aku masih mahasiswa, di suatu surat kabar yang beroplah nasional berkenaan ada problem mengirim surat ke luar negeri. Seminggu kemudian datang surat kepadaku mengomentari suratku dan menceritakan perihal yang sama dengan yang kualami. Ia mengatakan hobinya terhitung surat-menyurat (korespondensi) dan mengajak bertukar hobi denganku.Semenjak itu kami rajin saling berkirim surat. Walaupun belum dulu saling ketemu, karena saling pintar menyusun kata-kata, kami serasa udah akrab.

Sisca, teman baik penaku itu, saat itu bekerja sebagai asisten apoteker di kota Cikampek. Ia sebenarnya lahir di situ, ayahnya membawa penggilingan beras. Seperti lazimnya entrepreneur di kota kecil, ayahnya keturunan Cina. Ia sulung dari 6 bersaudara dan selanjutnya aku terhitung akrab dengan keluarganya akibat sering main ke sana jikalau liburan. Ia lebih tua 1 tahun dariku. Waktu itu aku sendiri memiliki pacar di fakultas dan Sisca sebagian membawa “teman dekat”, layaknya diceritakannya kepadaku melalui surat-suratnya.

Tiga tahun sehabis kami akrab, ia ganti ke Jakarta dan diserahi pekerjaan mengelola apotik di tempat Jakarta Barat. Waktu itu aku sendiri udah selesai kuliah dan jadi melacak pekerjaan di ibukota. Hubunganku dengannya udah lumayan akrab. Beberapa kali aku menginap di rumah kostnya. Ia kos dengan adik laki-laki tertuanya, yang kuliah di tidak benar satu fakultas kedokteran. Waktu itu ia sedang pacaran dengan seorang bule, John, karyawan suatu perusahaan Belgia. Aku, John, Sisca dan Erik (adiknya), sering terjadi bersama. Waktu itu aku sendiri terhitung bekerja di tempat Jakarta Barat dan kos di dekat camer (calon mertua). Pacarku sendiri sedang kuliah di Gajah Mada, David.

Sampai selanjutnya si John meninggal dunia, karena kecelakaan pesawat kala sedang pulang ke Belgia. Ayah Sisca saat itu sedang masuk RS dan aku setiap malam menunggui, bergantian berdua dengan Erik atau dengan Sisca, sampai terhitung meninggal sehabis 10 hari dirawat. Kesedihan karena ditinggal si John dan ayahnya, memicu Sisca memintaku banyak mendampinginya. Kalau selesai bekerja, jikalau Erik sibuk kuliah, Sisca memintaku menjemput ke apotik. Kalau ia dinas malam, aku biasa menungguinya sebelum akan ia selesai bekerja. Sering aku dan Erik (kalau udah pulang kuliah), menunggui berdua lalu pulang bertiga. Semua kawan kerja dan induk semang kosnya udah mengenalku semua. Dan di antara kami seutuhnya terjadi biasa saja. Sisca ini tinggi badannya lumayan, tersedia 5 cm di atas tinggi badanku. Jadi orang tentu tidak mengira jikalau kami sedang pacaran. Sisca  tahu berkenaan pacarku di David.

Walaupun demikian, kedekatan kami lama-lama memicu terdapatnya “rasa lain”. Kami biasa menyaksikan berdua jikalau Sisca pulang sore. Dia terhitung biasa jalur bergayut di lenganku, itupun jikalau bertiga dengan Erik. Sore itu, hari Sabtu, ia pulang jam 2 dari apotik. Erik sedang pulang ke Cikampek dan ia kelihatannya sedang sedih (“Aku ingat John”, katanya), maka tangannya tak berkenan lepas dari lenganku. Kesedihan itu dibawanya masuk gedung, sepanjang film ia menyandarkan kepalanya di bahuku. Spontan, jikalau ia terdengar mengeluh sedikit, aku mengelus-elus kepalanya.

Setelah sebagian saat, tiba-tiba saja, aku udah menciumi pipinya. Ia mengeluh lirih dan merangkulku sambil mulutnya berubah melacak bibirku. Kami berpagutan bibir lumayan lama, ia seakan sedang menumpahkan seluruh beban pikirannya kepada pagutan bibir-bibir kami. Aku benar-benar terhanyut, namun masih dapat “menjaga kesopanan” dengan hanya memegangi pipinya saja. Di taksi pulang ia diam saja. Hanya pegangan di lenganku tambah jadi tambah erat.

Sampai di kosnya, ia memintaku masuk kamarnya. Tante kos udah kenal baik denganku dan aku sebenarnya biasa masuk kamar mereka. Hanya saja kali ini ia langsung memelukku dan ulangi lagi pagutan di bibirku. Aku sedikit bingung, sebelum akan kemudian mengambil keputusan untuk mengikuti keinginannya.

Kupeluk erat-erat ia yang sedang duduk di tepi tempat tidur. Aku duduk di sampingnya sambil memegangi kedua pipinya. Otomatis, saking serunya ciuman kami, Sisca selanjutnya terdorong ke belakang dan posisinya menjadi tertidur. Tiba-tiba saja tanganku udah ganti ke dadanya dan dari luar (ia masih memakai bajunya) mengelus payudara sebelah kanannya. Sisca melenguh (bukan hanya mengeluh!) dan tangan kirinya menaikkan posisi kaos yang dipakainya.

Lalu aku udah menggenggam payudara kanannya tanpa halangan apa-apa. Wow…, tak begitu besar, namun putihnya mulus. Aku mengelus payudaranya sambil sekali-kali memijit bundaran di bawah ujung putingnya. Sisca seakan kesetanan, ia langsung membebaskan kaos yang dipakainya. Dadanya telanjang dan…..

Aku tak dapat lagi mencegah diri. Sejenak kuteliti wanita di hadapanku ini. Lehernya putih, anak-anak rambut yang menggerai di sekeliling lehernya memicu penisku mengejang. Bahunya yang pualam menyangga mulutnya yang sedikit menganga dan mengeluarkan desis lirih yang memburu. Matanya terpejam. Rok bawahnya masih terikat, namun pantatnya udah memicu gerak memutar-mutar sedikit.

Lalu kutelusuri lehernya. Tanganku turun ke arah payudara kanannya. Ia menempelkan badan erat-erat ke badanku. Kuputar telapakku di payudara kanannya. Ia mengelinjang. Ketika tanganku ganti ke payudara sebelah kiri, gelinjangannya jadi tambah dan tangannya langsung ke bawah badanku, melacak sela-sela pahaku. Ketika aku jadi menjilati puting susunya, tangannya menerobos ritsleting celanaku dan…, aku sedikit menggelinjang kala ia jadi menggenggam penisku.

Kedua tangannya berusaha turunkan celana dalamku, namun masih sulit karena celana panjangku masih bertengger di sana. Sementara itu mulutku jadi mengulum puting susunya bergantian. Dilepaskannya penisku dan, karena kegelian dan jadi nikmat, ia merengkuh kepalaku, ditariknya ke arah puting susunya. Lalu tiba-tiba didorongnya badanku, sambil nafasnya terburu, dilepaskannya rok yang masih dipakainya. Lalu tanganku diraihnya, dimasukkannya ke di dalam CD-nya. Pelan-pelan kuelus bulu vaginanya. Wah, lebat betul. Dari sekian wanita yang dulu “kutelanjangi”, baru kali itu aku melihat pubis (rambut vagina) yang demikian lebat. Lebat, panjang, ketat. Hitam bukan main.

Kuelus-elus bulu vaginanya, kugelitik-gelitik rambut-rambutnya melacak lubang vaginanya. Tidak gampang ketemu, namun udah basah karena air nikmatnya udah keluar. Sisca sendiri membantuku dengan menekan-nekan tanganku yang di permukaan vaginanya.
“Euuuhh…, eeuuuhh..”, gelinjangnya. Lalu, tak sabar, diturunkannya CD-nya yang udah di pahanya. Telanjang bulatlah ia.

Gila, putihnya! Pantatnya yang bulat, yang biasanya kupegangi (dari luar) jikalau ia lagi bergelayut di lenganku, benar-benar indah. Pinggulnya apalagi. Penisku langsung berdiri menegang melihat itu seluruh dan mengantisipasi “tugas lanjutannya”. Kugosok-gosokkan ujung hidungku ke pinggul itu, pelan-pelan kujilati memutar menuju ke pantatnya yang indah. Kuremas-remas bulatan pantatnya, sambil kugesek-gesekkan ujung hidungku terus. Harum baunya, harum sekali. Penisku yang tegang bergerak-gerak terus.

                | POKER | CAPSA SUSUN | GAME ADU-Q | BANDAR-Q | BANDAR POKER |
                                                  | SAKONG ONLINE | DOMINO

Ia tak sabar, dipegangnya tanganku, dibimbingnya untuk lagi menusuk-nusuk vaginanya. Ia sendiri seakan kesetanan menanti lubang vaginanya dimasuki jari-jariku. Tetapi aku lagi berkonsentrasi pada puting susunya. Kujilat, kuelus memakai lidah, kusedot pelan-pelan sambil ia melenguh-lenguh dan menggelinjang-gelinjang. Akhirnya ia udah tak sabar lagi. Tangannya jadi turunkan celana panjangku. CD-ku langsung dipelorotnya ke bawah. Lalu tangannya menggenggam-genggam penisku.

Aku serasa melayang. Sebagai laki-laki, sepanjang ini jikalau ia bergayut di lenganku sambil berjalan-jalan, aku sering mengayalkan tangannya yang putih dengan jari-jarinya yang panjang mengelus-elus penisku. Atau kujilati puting susunya yang sering membayang jikalau ia memakai baju tipis. Hanya, sepanjang itu aku hanya berani membayangkan, karena aku menghormatinya sebagai kawan akrab. Rupanya sore itu lain.

Ia langsung membalik, mengarahkan mulutnya ke penisku. Lalu tanpa basa-basi di kulum penisku. Aku sendiri langsung meneroboskan wajah ke arah vaginanya. Tanganku memisahkan rambut-rambut di situ dan kulihat clitorisnya udah nampak di luar. Kugosok-gosok perlahan permukaan clitorisnya. Sisca menggelinjang-gelinjang. Kujilati clitorisnya sambil kuisap-isap.

“Ouww Wied…,. ouw Wwwiieedddd”, lenguhnya, “Terusss.., teruuuss”, lenguhnya dalam. Isapannya di penisku melemah akhirnya. Kupikir ia udah selesai. Tiba-tiba, ia membalikkan badan lagi dan langsung berbaring di atasku. Penisku dipegangnya dan dicoba dimasukkannya ke di dalam vaginanya yang udah sangat basah. Rasanya oouw, kala kepala penisku jadi masuk. Aku yang kegelian hampir tak tahan. Maklum, saat itu penisku baru memiliki jam terbang yang dapat dihitung dengan jari, dan karena masih muda, jarang memakai “pendahuluan” yang lumayan lama. Biasanya jikalau keduanya udah tegang (kalau main dengan cewek lain), lalu langsung kumasukkan, ejakulasi sama-sama dan kucabut. Ini lain. Dengan Sisca permainan permulaannya udah seru duluan! (Buatku saat itu, kala aku “belum berpengalaman”!)

Betul, saking gelinya, aku yang di bawah sampai mengangkat kepala tak tahan geli dan berkenan bangkit. Pas saat itu, kepalaku dipegang Sisca, dibawanya ke payudara sebelah kiri. Melihat tersedia gumpalan daging kenyal putih menantang, langsung kujilati dan kuisap-isap. Baru sebentar, Sisca mengerang, “Ohh…, Wied…, Lia nyampeee”.
Gile, baru sebentar ia udah nyampe!
“Kamu belum apa-apa, ya?”, tanyanya sambil menciumi mulutku. Aku diam tak dapat menjawab karena mulutnya menyerang sana-sini.
“Gantian Sisca di bawah, deh, biar kamu terhitung nyampe!”.

Ia membalikkan badan. Melihat sekilas badannya yang indah dan putih itu, penisku jadi nikmat-nikmat nyeri, rasanya tersedia yang bakal mengalir terlihat dari ujung penisku. “Gile, aku udah berkenan keluar…”, pikirku. Betul, kala aku baru tiga kali memompa, spermaku keluar. Kupeluk erat-erat badannya, ia terhitung memegangi pantatku erat-erat sambil berbisik, “Masukkan semua, Wied…, masukkan semua..”. Kutekan erat-erat penisku ke di dalam vagina bidadariku ini, kumasukkan seluruh benih hidupku ke di dalam jaringan tubuhnya.

Ketika aku berkenan berguling ke sebelah badannya, dilarangnya aku. Ia mengidamkan aku selalu di atas tubuhnya, dengan penisku masih di di dalam vaginanya. Kunikmati saat itu dengan mempermainkan dagunya, menjilati payudaranya dan menggesek-gesekkan penisku ke di dalam vaginanya. Ia selalu menciumiku. Penisku sendiri selalu tegang di di dalam vaginanya.

Lima menit kemudian nafsunya bangkit lagi. Ia mengerang pelan, sambil menggoyang-goyangkan pantat. “Sisca nafsu lagi, nihh”, erangnya. Penisku sendiri yang tadi sempat sedikit mengecil menjadi besar kegelian tergesek-gesek permukaan di dalam vaginanya. Lalu…, “Uuuuuuhh..” Bibir vaginanya seakan memijat penisku. Aku jadi penisku kegelian, geli-geli nikmat sampai seakan-akan badanku meronta-ronta di atas badan Sisca. Sisca sendiri terangsang dengan gerakanku, memelukku erat-erat sambil keras menggoyangkan pantatnya memutar.

Dalam 20 menit kemudian, 2 kali lagi ia mengalami orgasme. Gila, pikirku. Pijatan vaginanya membuatku seakan melayang ke surga, namun aku sendiri baru sempat orgasme sekali. Lalu ia jadi melemas seakan tak berdaya. Habis itu lalu terjadi “perkosaan”. Aku tidak tahan lagi. Sisca kugulingkan ke sana ke mari menuruti nafsuku. Kadang kucabut penisku dari vaginanya, kumasukkan ke di dalam mulutnya, lalu kucabut dan kugesekkan di antara lembah tetek-teteknya, lalu kumasukkan mulutnya lagi, lalu kumasukkan ke di dalam vaginanya. Aku orgasme 2 kali lagi. Sekali di mulutnya, sekali di ujung vaginanya (dasar belum pengalaman, karena kegelian digesek bulu vaginanya, begitu penisku sampai di ujung vaginanya langsung terlihat spermaku). Sisca sendiri pasrah saja kuperlakukan layaknya itu. Ia seakan udah tidak berdaya. Kugulingkan turut saja, kusuruh mengulum penisku yang basah berkenan saja, mengurut-urut kepala penis di dadanya terhitung ikut, menolong memasukkan penisku ke vaginanya terhitung turut saja.

Ketika kami berdua udah tidak berdaya lagi, kulihat jam. Dua setengah jam udah berlalu sejak kami masuk ke kamar itu. Akhirnya kami tak kuat lagi dan terkapar kepayahan. Mata terpejam rapat, kelihatannya ia capek sekali dan mengantuk berat.

Aku bangkit dan barulah tercium bau sperma bercampur keringat di kamar itu. Sisca sendiri udah tidak berdaya lagi. Ia udah tergeletak begitu saja telanjang bulat. Kuselimuti badannya dan aku jadi memunguti pakaianku yang terserak di sana-sini. Kusemprotkan Bayfresh ke dinding-dinding kamar untuk mengurangi bau “mesum” itu. Untung Erik sedang pulang ke Cikampek. Kucium dahi Sisca, kututup pintu kamar dan aku pamit ke tante kos.

Esoknya aku datang lagi. Hari Minggu ini Sisca mengaku sakit kepada tante kos dan minta, “Si Wied ngerawat saya, ya tante”. Jadinya kami berdua berbulan madu di kamarnya sepanjang hari. Dan terjadi perkosaan lagi, yang ternyata disenanginya.

Dalam perjalanan pulang aku berpikir bahwa pertalian kami udah berubah. Kalau sepanjang ini aku menganggap dia sebagai kakak, karena lebih tua 1 tahun, lagi pula ia lebih tinggi dibandingkan badanku, malam ini perihal itu udah berubah. Kakakku sayang itu udah membuatku merindukannya sebagai orang lain (Kalau aku boleh berterus-terang: aku bakal merindukannya untuk merasakan vaginanya yang sangat basah dibelah penisku, untuk kudekap kala ia telanjang bulat-bulat, untuk menggeser-geserkan ujung hidungku di permukaan vaginanya yang hitam, lebat dan merangsang itu, untuk genggaman baik tangan maupun mulutnya bagi penisku yang tegang).
Share on Google Plus

About TANTE BASAH 69

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

1 komentar:

  1. Mau Mendapatkan Dana Tambahan Dengan Cara Memainkan Permainan Dengan Smartphone Anda
    Hanya Dengan Modal Rp: 20.000 ribu.
    Anda Sudah Bisa Memainkan 7 Permainan Dalam 1 ID
    Hanya Di SItus markaspokerbos,xyz
    Dan Banyak Bonus Yang Di Bagikan Untuk Anda Seperti :
    * Bonus New Member 10%
    * Bonus Refferal 10%
    * Bonus Turnover 0.3%

    Hubungi kami 24 JAM Melalui :
    Line : Casperqq
    Wechat : CASPERQQQ
    Whatsapp: +855-613-41-467


    Domino99
    agen poker online
    agen poker terpercaya
    agen dominoqq
    ceme

    BalasHapus