Bermain Games Online bersama 633Domino

AURA SEKS NAIK KETIKA MELIHAT ROK MINI



CERITA SEX | Ini mengisahkan sebuah cerita dewasa tentang pergaulan yang berlangsung terhadap anak smu sekarang, Jadi begini awal mula cerita seks ini dikisahkan dari seorang yang bernama riska. Riska adalah seorang gadis pelajar kelas 3 di sebuah SMU negeri terkemuka di kota YK. Gadis yang berusia 17 th. ini punya tubuh yang sekal dan padat, kulitnya kuning langsat. Rambutnya tergerai lurus sebahu, wajahnya juga lumayan cantik.

Dia adalah anak bungsu dari lima bersaudara, ayahnya adalah seorang pejabat yang kini bersama ibunya sedang bertugas di ibukota, sedang kakak-kakaknya tinggal di bermacam kota di pulau jawa ini karena kepentingan pekerjaan atau kuliah. Maka tinggallah Riska seorang diri di tempat tinggal tersebut, kadangkala dia juga ditemani oleh sepupunya yang mahasiswi dari sebuah kampus negeri ternama di kota itu.

Sebagai anak ABG yang ikuti trend era kini, Riska sangat gemar memakai busana yang serba ketat juga juga seragam sekolah yang dikenakannya sehari-hari. Rok abu-abu yang tingginya beberapa senti di atas lutut udah lumayan menyingkapkan ke dua pahanya yang putih mulus, dan ukuran roknya yang ketat itu juga menunjukkan lekuk body tubuhnya yang sekal menggairahkan.

Penampilannya yang aduhai ini tentu mengundang anggapan jelek para laki-laki, dari yang hanya nikmati kemolekan tubuhnya sampai yang berhasrat mengidamkan menggagahinya. Salah satunya adalah Parno, si tukang becak yang mangkal di depan gang tempat tinggal Riska. Parno, pria berusia 40 tahunan itu, sebetulnya seorang pria yang berlibido tinggi, birahinya sering naik tak terselesaikan misalnya lihat gadis-gadis cantik dan seksi melintas di hadapannya.

Sosok khusus Riska sebetulnya lumayan supel di dalam bergaul dan sedikit genit juga kepada Parno yang sering mengantarkan Riska dari jalan besar menuju ke kediaman Riska yang masuk ke di dalam gang.

Suatu sore, Riska pulang dari sekolah. Seperti biasa Parno mengantarnya dari jalan raya menuju ke rumah. Sore itu kondisi agak mendung dan hujan rintik-rintik, kondisi di sekitar juga sepi, maklumlah daerah itu berada di pinggiran kota YK. Dan Parno memutuskan sementara inilah peluang terbaiknya untuk melampiaskan keinginan birahinya kepada Riska. Ia udah buat persiapan segalanya, juga wilayah daerah dimana Riska nanti bakal dikerjai. Parno sengaja menyita jalan memutar lewat jalan yang lebih sepi, jalurnya agak jauh dari jalan yang dilalui sehari-hari karena jalannya memutar melewati areal pekuburan.

“Lho koq lewat sini Pak?”, tanya Riska.
“Di depan tersedia kawinan, jadi jalannya ditutup”, bujuk Parno sambil konsisten mengayuh becaknya.

Dengan sedikit kesal Riska pun terpaksa ikuti keinginan Parno yang merasa mengayuh becaknya agak cepat. Setelah sampai terhadap wilayah yang udah direncanakan Parno, yakni di sebuah bangunan tua di sedang areal pekuburan, tiba-tiba Parno membelokkan becaknya masuk ke di dalam gedung tua itu.

“Lho kenapa masuk sini Pak?”, tanya Riska.
“Hujan..”, jawab Parno sambil menghentikan becaknya pas di tengah-tengah bangunan kuno yang gelap dan sepi itu. Dan sebetulnya hujan pun udah turun bersama derasnya.

Bangunan tersebut adalah bekas pabrik tebu yang dibangun terhadap era belanda dan sekarang udah tidak dipakai lagi, paling-paling sesekali dipakai untuk gudang warga. Keadaan seperti ini membawa dampak Riska jadi semakin panik, wajahnya merasa muncul cemas dan gelisah.

“Tenang.. Tenang.. Kita santai pernah di sini, daripada basah-basahan mirip air hujan mending kami basah-basahan keringat..”, ujar Parno sambil menyeringai turun dari daerah kemudi becaknya dan menghampiri Riska yang masih duduk di di dalam becak.

Bagai tersambar petir Riskapun kaget mendengar ucapan Parno tadi.

“A.. Apa maksudnya Pak?”, tanya Riska sambil terbengong-bengong.
“Non cantik, anda berkenan ini?” Parno tiba-tiba menurunkan celana komprangnya, mengeluarkan penisnya yang udah mengeras dan membesar.

Riska terkejut setengah mati dan tubuhnya sekejap lemas ketika lihat pemandangan yang belum pernah dia lihat selama ini.

“J.. Jaangan Pak.. Jangann..” pinta Riska bersama muka yang memucat.

Sejenak Parno menatap tubuh Riska yang menggairahkan, bersama posisinya yang duduk itu tersingkaplah dari balik rok abu-abu seragam SMU-nya ke dua paha Riska yang putih bersih itu. Kaos kaki putih setinggi betis meningkatkan keindahan kaki gadis itu. Dan di bagian atasnya, ke dua buah dada ranum muncul menonjol dari balik busana putih seragamnya yang berukuran ketat.

“Ampunn Pak.. Jangan Pak..”, Riska merasa menangis di dalam posisi duduknya sambil merapatkan badan ke sandaran becak, seolah mengidamkan melindungi jarak bersama Parno yang semakin mendekati tubuhnya.

Tubuh Riska merasa menggigil namun bukan karena dinginnya udara sementara itu, namun tatkala dirasakannya sepasang tangan yang kasar merasa menyentuh pahanya. Tangannya secara refleks berusaha menolak tangan Parno yang merasa menjamah paha Riska, namun percuma saja karena ke dua tangan Parno bersama kuatnya memegang ke dua paha Riska.

“Oohh.. Jangann.. Pak.. Tolongg.. Jangann..”, Riska meronta-ronta bersama menggerak-gerakkan ke dua kakinya. Akan namun Parno malahan semakin menjadi-jadi, dicengkeramnya erat-erat ke dua paha Riska itu sambil merapatkan badannya ke tubuh Riska.

Riska pun jadi mati kutu sementara isak tangisnya menggema di di dalam ruangan yang merasa gelap dan sepi itu. Kedua tangan kasar Parno merasa bergerak mengurut ke dua paha mulus itu sampai menyentuh pangkal paha Riska. Tubuh Riska menggeliat ketika tangan-tangan Parno merasa menggerayangi bagian pangkal paha Riska, dan muka Riska menyeringai ketika jari-jemari Parno merasa menyusup masuk ke di dalam celana dalamnya.

“Iihh..”, pekikan Riska ulang menggema di ruangan itu di sementara jari Parno tersedia yang masuk ke di dalam liang vaginanya.

Tubuh Riska menggeliat kencang di sementara jari itu merasa mengorek-ngorek lubang kewanitaannya. Desah nafas Parno semakin kencang, dia muncul sangat nikmati adegan ‘pembuka’ ini. Ditatapnya muka Riska yang megap-megap bersama tubuh yang menggeliat-geliat akibat jari sedang Parno yang menari-nari di di dalam lubang kemaluannya.

“Cep.. Cep.. Cep..”, terdengar nada dari bagian selangkangan Riska. Saat ini lubang kemaluan Riska udah banjir oleh cairan kemaluannya yang mengucur membasahi selangkangan dan jari-jari Parno.

                | POKER | CAPSA SUSUN | GAME ADU-Q | BANDAR-Q | BANDAR POKER |
                                                      | SAKONG ONLINE | DOMINO |
Puas bersama adegan ‘pembuka’ ini, Parno mencabut jarinya dari lubang kemaluan Riska. Riska muncul terengah-engah, air matanya juga meleleh membasahi pipinya. Parno lantas menarik tubuh Riska turun dari becak, gadis itu dipeluknya erat-erat, ke dua tangannya meremas-remas pantat gadis itu yang sintal sementara Riska cuma mampu terdiam pasrah, detak jantungnya merasa di sekujur tubuhnya yang gemetaran itu. Parno juga nikmati wanginya tubuh Riska sambil konsisten meremas remas pantat gadis itu

Selanjutnya Parno merasa nikmati bibir Riska yang tebal dan sensual itu, dikulumnya bibir itu bersama rakus bak seseorang yang sedang kelaparan melahap makanan.

“Eemmgghh.. Mmpphh..”, Riska mendesah-desah di sementara Parno melumat bibirnya. Dikulum-kulum, digigit-gigitnya bibir Riska oleh gigi dan bibir Parno yang kasar dan bau rokok itu. Ciuman Parno pun bergeser ke bagian leher gadis itu.
“Oohh.. Eenngghh..”, Riska mengerang-ngerang di sementara lehernya dikecup dan dihisap-hisap oleh Parno.

Cengkeraman Parno di tubuh Riska lumayan kuat sehingga membawa dampak Riska susah bernafas lebih-lebih bergerak, dan perihal inilah yang membawa dampak Riska pasrah di hadapan Parno yang sedang memperkosanya. Setelah puas, kini ke dua tangan kekar Parno raih kepala Riska dan menekan tubuh Riska ke bawah sehingga posisinya berlutut di hadapan tubuh Parno yang berdiri tegak di hadapannya. Langsung saja oleh Parno kepala Riska dihadapkan terhadap penisnya.

“Ayo.. Jangan macam-macam non cantik.. Buka mulut kamu”, bentak Parno sambil menjambak rambut Riska.

Takut terhadap bentakan Parno, Riska tak mampu menolak permintaannya. Sambil terisak-isak dia sedikit demi sedikit membuka mulutnya dan langsung saja Parno mendorong masuk penisnya ke di dalam mulut Riska.

“Hmmphh..”, Riska mendesah ulang ketika benda menjijikkan itu masuk ke di dalam mulutnya sampai pipi Riska menggelembung karena batang kemaluan Parno yang menyumpalnya.
“Akhh..” sebaliknya Parno mengerang nikmat. Kepalanya menengadah keatas merasakan hangat dan lembutnya rongga mulut Riska di sekujur batang kemaluannya yang menyumpal di mulut Riska.

Riska menangis tak berdaya menghindar gejolak nafsu Parno. Sementara ke dua tangan Parno yang masih mencengkeram erat kepala Riska merasa mobilisasi kepala Riska maju mundur, mengocok penisnya bersama mulut Riska. Suara berdecak-decak dari liur Riska terdengar memahami diselingi batuk-batuk.

Beberapa menit lamanya Parno melaksanakan perihal itu kepada Riska, dia muncul sangat menikmati. Tiba-tiba badan Parno mengejang, ke dua tangannya mobilisasi kepala Riska semakin cepat sambil menjambak-jambak rambut Riska. Wajah Parno menyeringai, mulutnya menganga, matanya terpejam erat dan..

“Aakkhh..”, Parno melengking, croot.. croott.. crroott..

Seiring bersama muncratnya cairan putih kental dari kemaluan Parno yang isikan mulut Riska yang terkejut terima muntahan cairan itu. Riska berusaha melepas batang penis Parno dari di dalam mulutnya namun sia-sia, tangan Parno mencengkeram kuat kepala Riska. Sebagian besar sperma Parno berhasil masuk mencukupi rongga mulut Riska dan mengalir masuk ke tenggorokannya dan juga beberapa ulang meleleh muncul dari sela-sela mulut Riska.

“Ahh”, sambil mendesah lega, Parno mencabut batang kemaluannya dari mulut Riska.

Nampak batang penisnya basah oleh cairan sperma yang bercampur bersama air liur Riska. Demikian pula halnya bersama mulut Riska yang muncul basah oleh cairan yang sama. Riska meski masih di dalam posisi terpaku berlutut, namun tubuhnya juga lemas dan shock sesudah diperlakukan Parno seperti itu.

“Sudah Pak.. Sudahh..” Riska menangis sesenggukan, terengah-engah mencoba untuk ‘bernego’ bersama Parno yang sambil menyesuaikan nafas berdiri bersama gagahnya di hadapan Riska.

Nafsu birahi yang masih memuncak di dalam diri Parno membawa dampak tenaganya jadi kuat berlipat-lipat kali, lebih-lebih dia udah menenggak jamu super kuat demi kelancaran hajatnya ini sebelumnya. Setelah berejakulasi tadi, tak lama lantas nafsunya ulang bergejolak sampai batang kemaluannya ulang mengacung keras siap menerkam mangsa lagi.

Parno lantas memegang tubuh Riska yang masih menangis terisak-isak. Riska memahami bakal apa yang sebentar ulang berlangsung kepadanya yakni sesuatu yang lebih mengerikan. Badan Riska bergetar ketika Parno menidurkan tubuh Riska di lantai gudang yang kotor itu, Riska yang mentalnya udah jatuh seolah tersihir ikuti saran Parno.

Setelah Riska terbaring, Parno menyingkapkan rok abu-abu seragam SMU Riska sampai setinggi pinggang. Kemudian bersama gerakan perlahan, Parno memerosotkan celana di dalam putih yang masih menutupi selangkangan Riska. Kedua mata Parno pun melotot tajam ke arah kemaluan Riska. Kemaluan yang merangsang, ditumbuhi rambut yang tidak begitu banyak namun rapi menutupi bibir vaginanya, indah sekali.

Parno langsung saja mengarahkan batang penisnya ke bibir vagina Riska. Riska menjerit ketika Parno merasa menekan pinggulnya bersama keras, batang penisnya yang panjang dan besar masuk bersama paksa ke di dalam liang vagina Riska.

“Aakkhh..”, Riska menjerit lagi, tubuhnya menggelepar mengejang dan wajahnya meringis menghindar rasa pedih di selangkangannya.

Kedua tangan Riska ditekannya di atas kepala, sementara ia bersama sekuat tenaga melesakkan batang kemaluannya di vagina Riska bersama kasar dan bersemangat.

“Aaiihh..”, Riska melengking keras di sementara dinding keperawanannya berhasil ditembus oleh batang penis Parno. Darah pun mengucur dari sela-sela kemaluan Riska.
“Ohhss.. Hhsshh.. Hhmmh.. Eehhghh..” Parno mendesis nikmat.

Setelah berhasil melesakkan batang kemaluannya itu, Parno langsung menggenjot tubuh Riska bersama kasar.

“Oohh.. Oogghh.. Oohh..”, Riska mengerang-ngerang kesakitan. Tubuhnya terguncang-guncang akibat gerakan Parno yang keras dan kasar. Sementara Parno yang tidak hiraukan konsisten menggenjot Riska bersama bernafsu. Batang penisnya basah kuyup oleh cairan vagina Riska yang mengalir deras bercampur darah keperawanannya.

Sekitar lima menit lamanya Parno menggagahi Riska yang semakin kepayahan itu, sepertinya Parno sangat nikmati tiap-tiap hentakan demi hentakan di dalam menyetubuhi Riska, sampai kelanjutannya di menit ke-delapan, tubuh Parno ulang mengejang keras, urat-uratnya menonjol muncul dari tubuhnya yang hitam kekar itu dan Parno pun berejakulasi.

“Aahh..” Parno memekik panjang melampiaskan rasa puasnya yang ga ada tara bersama menumpahkan seluruh spermanya di di dalam rongga kemaluan Riska yang sedang menggelepar kepayahan dan kehabisan tenaga karena tak mampu ulang mengimbangi gerakan-gerakan Parno.

Dan kelanjutannya ke dua tubuh itupun lantas jatuh lunglai di lantai diiringi desahan nafas panjang yang terdengar dari mulut Parno. Parno bahagia sekali karena udah berhasil melaksanakan hajatnya yakni memperkosa gadis cantik yang selama ini menghiasi pandangannya dan menggoda dirinya.

Setelah rehat beberapa menit tepatnya menjelang Isya, kelanjutannya Parno bersama becaknya ulang mengantarkan Riska yang kondisinya udah lemah pulang ke rumahnya. Karena masih lemas dan akibat rasa sakit di selangkangannya, Riska tak mampu ulang berlangsung normal sampai Parno terpaksa menuntun gadis itu masuk ke di dalam rumahnya.

Suasana di lingkungan tempat tinggal yang sepi membawa dampak Parno bersama leluasa menuntun tubuh lemah Riska sampai sampai ke teras tempat tinggal dan lantas mendudukkannya di kursi teras. Setelah berbisik ke telinga Riska bahwa dia berjanji bakal berkunjung ulang untuk nikmati tubuhnya yang molek itu, Parno pun lantas meninggalkan Riska bersama mengayuh becaknya menghilang di kegelapan malam, meninggalkan Riska yang masih terduduk lemas di kursi teras rumahnya 

Share on Google Plus

About TANTE BASAH 69

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar