CERITA PANAS | Ini adalah sebuah cerita seks guru les private dan tante kesepian ibu dari murid lesnya. Ya, perselingkuhan yang membuat keduanya saling share kenikmatan seks yang membawa mereka ke puncak kenikmatan birahi. Simak cerita lengkapnya tersebut ini!
Kenangan Indah Waktu Kuliah di Jawa Tengah. Ini adalah cerita dari kisah nyata saya pas kuliah di Jawa Tengah sekitar tahun 1992.Nama saya Rudy,banyak orang menilai saya pria simpatik bersama dengan kemamuan berpikir cemerlang.Kebutuhan hidup menjadi halangan saya pas itu, duit pas-pasan dari orang tua kadang2 kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saya.
Kurang dari 6 bulan saya studi di kota ini, cukup banyak tawaran dari lebih dari satu kawan untuk menambahkan les spesial matematika dan IPA bagi adik-adik mereka yang tetap duduk di sekolah lanjutan. Keberuntungan datang bertubi-tubi, lebih-lebih tawaran datang dari bunga kampus kami, sebut saja Indah untuk menambahkan les spesial bagi adiknya yang tetap duduk di kelas 2 SLTP swasta ternama di kota di mana saya kuliah.
Lalu pada akhirnya saya terbawa nafsu setan juga, dan terasa memberanikan diri untuk memeluknya dan kami terasa berciuman di area keluarganya. Dimulai bersama dengan mencium bibirnya yang tipis, dan tanganku terasa meremas-remas payudaranya yang tetap montok itu. Tante Stella juga tidak mau kalah, dia segera meremas-remas alat kelaminku bersama dengan keras. Mungkin karena sepanjang ini tidak tersedia pria yang mampu memuaskan nafsu seksnya yang ternyata benar-benar besar ini.
Akhirnya setelah hampir sepanjang 1/2 jam kami berdua bercumbu, Tante Stella menarik saya ke kamar tidurnya. Sesampainya di kamar tidurnya, dia segera melucuti semua busana saya, pertama-tama dia membebaskan kemeja saya sambil menciumi dada saya. Bukan main nafsunya si Tante, pikirku. Dan akhirnya, sampailah pada bagian celana.
Betapa nafsunya dia inginkan membebaskan celana Levi’s saya. Dan pada akhirnya dia mampu melihat betapa tegangnya batang kemaluan saya.
“Wah… Rud, gede juga nih punya kamu…” kata si Tante sambil bercanda.
“Masa sih Tante..? Perasaan biasa-biasa saja deh..!” jawab saya.
Dalam suasana saya berdiri dan Tante Stella yang telah jongkok di depan saya, dia segera menurunkan celana didalam saya dan bersama dengan cepatnya dia memasukkan batang kemaluan saya ke didalam mulutnya. Aghhh, nikmat sekali rasanya. Karena baru pertama kali ini saya merasakan oral seks. Setelah dia suka melakukan oral bersama dengan kemaluan saya, lantas saya terasa memberanikan diri untuk bereaksi.
Sekarang gantian saya yang inginkan memuaskan si Tante. Saya membuka bajunya dan lantas saya membebaskan celana panjangnya. Setelah melihat suasana si Tante didalam suasana tanpa busana itu, tiba-tiba libido seks saya menjadi makin besar. Saya segera menciumi payudaranya sambil meremas-remas, pas itu Tante Stella keluar senangnya bukan main. Lalu saya membuka BH hitamnya, dan mulailah saya menggigit-gigit putingnya yang telah mengeras.
“Oghh… saya merindukan suasana seperti ini Rud..!” desahnya.
“Tante, saya belum pernah gituan loh, tolong ajarin saya yah..?” kata saya.
Karena saya telah bernafsu sekali, pada akhirnya saya mendorong Tante jatuh ke ranjangnya. Dan lantas saya membuka celana dalamnya yang berwarna hitam. Terlihat memahami klitoris-nya telah memerah dan liang kemaluannya telah basah sekali di pada bulu-bulu halusnya. Lalu saya terasa menjilat-jilat kemaluan si Tante bersama dengan pelan-pelan.
“Ogh… Rud, pintar sekali yah anda merangsang Tante…” bersama dengan suara yang mendesah.
Tidak terasa, tahu-tahu rambutku dijambaknya dan tiba-tiba tubuh Tante mengejang dan saya merasakan tersedia cairan yang membanjiri kemaluannya, wah… ternyata dia orgasme! Memang berbau aneh sih, karena berhubung telah dilanda nafsu, bau seperti apa pun pastinya telah tidak menjadi masalah.
Setelah itu kami mempengaruhi posisi menjadi 69, posisi ini baru pertama kalinya saya rasakan, dan nikmatnya benar-benar luar biasa. Mulut Tante menjilati kemaluan saya yang telah terasa basah dan begitupun mulut saya yang menjilat-jilat liang kemaluannya. Setelah kami suka melakukan oral seks, pada akhirnya Tante Stella sekarang berharap saya untuk memasukkan batang kemaluan saya ke didalam lubang kemaluannya.
“Rud… ayoo Dong, sekarang masukin yah, Tante telah tidak tahan nih..!” pinta si Tante.
“Wah… saya kuatir kalo Tante hamil gimana..?” bertanya saya.
“Nggak usah kuatir deh, Tante minum obat kok, pokoknya anda tenang-tenang aja deh..!” sambil mengusahakan memastikan saya.
Benar-benar nafsu setan telah mempengaruhi saya, dan pada akhirnya saya nekad memasukkan kemaluan saya ke didalam lubang kemaluannya. Oghh, nikmatnya.. Setelah pada akhirnya masuk, saya melakukan gerakan maju-mundur bersama dengan pelan.
“Ahhh… dorong konsisten Dong Rud..!” pinta si Tante bersama dengan suara yang telah mendesah sekali.
Mendengar desahannya, saya menjadi makin nafsu, dan saya terasa mendorong bersama dengan kencang dan cepat. Sementara itu tangan saya asyik meremas-remas payudaranya, hingga tiba-tiba tubuh Tante Stella mengejang kembali. Astaga, ternyata dia orgasme yang ke dua kalinya.
| POKER | CAPSA SUSUN | GAME ADU-Q | BANDAR-Q | BANDAR POKER |
| SAKONG ONLINE | DOMINO |
| POKER | CAPSA SUSUN | GAME ADU-Q | BANDAR-Q | BANDAR POKER |
| SAKONG ONLINE | DOMINO |
Dan lantas kami berpindah posisi, saya di bawah dan dia di atas saya. Posisi ini adalah impian saya jikalau tengah bersenggama. Dan ternyata posisi pilihan saya ini sebenarnya tidak salah, benar-benar saya merasakan kenikmatan yang luar biasa bersama dengan posisi ini. Sambil merasakan gerakan naik-turunnya pinggul si Tante, tangan saya senantiasa sibuk meremas payudaranya lagi.
“Oh… oh… nikmat sekali Rudy..!” teriak si Tante.
“Tante… saya kayaknya telah mau keluar nih..!” kata saya.
“Sabar yah Rud… menanti sebentar lagi, Tante juga telah mau keluar kembali nih..!” jawab si Tante.
Akhirnya saya tidak kuat mencegah lagi, dan keluarlah cairan mani saya di didalam liang kemaluan si Tante, begitu juga bersama dengan si Tante.
“Arghhh..!” teriak Tante Stella.
Tante Stella lantas mencakar pundak saya, pas saya memeluk badannya bersama dengan erat sekali. Sungguh luar biasa rasanya, otot-otot kemaluannya benar-benar meremas batang kemaluan saya.
Setelah itu kami berdua letih, tanpa disadari kami telah sejam bersenggama, saya pada akhirnya bangun. Saya memakai busana saya kembali dan menuju ke area keluarga.
Ketika melihat Tante Stella didalam suasana telanjang menuju ke dapur, bisa saja dia telah biasa seperti itu, entah kenapa, tiba-tiba sekarang giliran saya yang nafsu melihat pinggulnya dari belakang. Tanpa bekata-kata, saya segera memeluk Tante Stella dari belakang, dan terasa kembali meremas-remas payudaranya dan pantatnya yang montok serta menciumi lehernya. Tante pun membalasnya bersama dengan penuh nafsu juga. Tante segera menciumi bibir saya, dan memeluk saya bersama dengan erat.
“Ih… anda ternyata nafsuan juga yah anaknya..?” kataya sambil tertawa kecil.
“Agh… Tante mampu aja deh..!” jawab saya sambil menciumi bibirnya kembali.
Karena telah benar-benar nafsu, saya mengajaknya untuk sekali kembali bersenggama, dan si Tante setuju-setuju saja. Tanpa tersedia perintah dari Tante Stella, kali ini saya segera membuka celana dan busana saya kembali, sehingga kami didalam suasana telanjang kembali di area keluarga. Karena suasana tempat kurang nyaman, maka kami hanya melakukannya bersama dengan tipe dogie style.
“Um… dorong lebih keras kembali dong Rud..!” desahnya.
Semakin nafsu saja saya mendengar desahannya yang menurut saya benar-benar seksi. Maka makin keras juga sodokan saya kepada si Tante, pas itu tangan saya menjamah semua bagian tubuhnya yang mampu saya jangkau.
“Rud… mandi yuk..!” pintanya.
“Boleh deh Tante, berdua yah tapinya, konsisten Tante mandiin saya yah..?” jawab saya.
Akhirnya kami berdua yang telanjang menuju ke kamar mandi. Di kamar mandi saya duduk di atas closed, dan lantas saya menarik Tante Stella untuk menciumi kemaluannya yang terasa basah kembali. Dan Tante terasa terangsang kembali.
“Hm… nikmat sekali jilatanmu Rud… agghhh..!” desahnya.
“Rud… anda sering-sering ke sini Rud..!” katanya bersama dengan nafas memburu.
Setelah suka menjilatinya, saya angkat Tante Stella sehingga duduk di atas saya, dan batang kemaluan saya kembali dibimbingnya masuk ke didalam lubang kemaluannya. Kali ini rasa nikmatnya lebih banyak terasa. Goyangan si Tante yang naik-turun yang makin lama makin cepat membuat saya pada akhirnya “KO” kembali. Saya mengeluarkan air mani ke didalam lubang kemaluannya. Tante Stella lantas menjilati kemaluan saya yang telah berlumuran bersama dengan air mani, dihisapnya semua hingga bersih. Setelah itu kami mandi bersama.
Setelah selesai mandi, saya pamit pulang karena baru tersadar bahwa kelakuan saya benar-benar berbahaya kalau diketahui oleh Bapak Gatot, Indah kawan sekampus saya, lebih-lebih Noni murid saya itu. Sampai sekarang kami tetap sering bersua dan melakukan persetubuhan, namun tidak pernah kembali di rumah, Tante memesan kamar hotel berbintang dan kami bersua di sana.






0 komentar:
Posting Komentar