Bermain Games Online bersama 633Domino

Ngentot gadis desa yang masih perawan murni



CERITA PANAS | Cerita ini kumulai saat ban mobil yang kukendarai bocor tertusuk paku didalam perjalanan ke luar kota, Huuhh Sial ternyata kunci roda yang tersedia tidak pas bersama dengan baut roda mobilku…. Sehingga bersama dengan kesal ku susuri jalan ditengah terik matahari menuju sebuah rumah yang terparkir sebuah angkot tua, semoga saja pemiliknya punya kunci roda yang pas bersama dengan baut ban mobilku.

“Assalamu alaikum…..!” sapaku bersama dengan wajah sedikit memelas didepan pintu rumah yang sedikit reot, maklum di kampung yang jauh dari kota.
“Wa alaikum salam…” terdengar jawaban seorang wanita namun belum keluar batang hidung yang punya suara. Mendengar nada itu kuberanikan diri sedikit melongo kedalam rumah itu……..Opss…..ternyata tersedia seorang wanita kurang lebih berusia 25 tahunan tengah menyusui anaknya……
Oh.. my God memadai juga parasnya untuk wanita ukuran di kampung ini, dan sudah pasti yang membuatku terkesima buah dadanya yang indah tampak terbuka tengah diisep serupa anaknya yang masih berusia balita.
“ Maaf mbak …… apa aku mampu pinjam kunci roda mobilnya ?” tanyaku sambil tak putus mataku melihat sebuah keindahan , seraya mengkhayal kecuali aku yang nikmati buah dada yang indah itu………….. “ Oh….sebentar pak aku Tanya pernah suami saya…! “ Jawab wanita tadi sambil tergesa-gesa menutup dada indahnya yang mungkin Ia tahu kecuali betapa aku menikmatinya.

Singkat cerita kunci roda tersebut sukses aku pinjam dan bergegas kugunakan untuk mengganti ban yang bocor bersama dengan ban cadangan. Tentunya bersama dengan alasan mengucapkan terima kasih , kita sempat berbincang dan berkenalan.

“ Maaf pak …. Rencananya mau kemana…? Tanya wanita itu . “ Oh aku mau ke kota X didalam rangka tugas kantor “ Jawabku sekenanya. “ Sebenarnya aku juga mau ke kota itu untuk menemui saudara yang katanya berdomisili disana , namun alamatnya belum begitu tahu dan kebetulan suami aku tidak mampu mengantar gara-gara kendaraan Angkotnya masih rusak “ Kata wanita itu diamini oleh suaminya yang baru bangun tidur dan turut menemani kita berbincang-bincang.

Pucuk dicinta ulam tiba begitulah kata pepatah, bersama dengan tanpa membiarkan kesempatan untuk mampu berlama-lama bersama dengan wanita itu, apalagi dia akan berangkat sendiri tanpa suami dan anaknya, bersama dengan alasan suaminya masih mesti selesaikan perbaikan angkot yang masih rusak itu. Apalagi aku sebenarnya hanya sendiri di kendaraaanku.

Sepanjang perjalanan kita ngobrol panjang lebar mengenai semua nya dan pada akhirnya mampu kuketahui nama wanita itu adalah Erni. Sampai kita tiba di kota tujuan.

“Mbak Erni rancangan mau nginap dimana ? kan hari telah merasa gelap sudah pasti susah mencari alamat saudaranya saat begini “ tanyaku. “ Entahlah mas soalnya aku tidak punya memadai duwit kecuali mesti menginap di penginapan” Jawab Erni bersama dengan sedikit kebingungan. “Bagaimana kecuali kita menginap pernah di penginapan daerah aku menginap, esok hari baru kita sama-sama mencari alamat saudara mbak itu !” Tawarku kepada Erni. “Tapi mas apa tidak merepotkan ?” tanyanya bersama dengan nada ragu namun mau. Kujawab “ Ya …enggak lah ….kan mbak Erni telah menopang aku menjadi tidak tersedia salahnyakan kecuali aku membalas pertolongan itu ….” Jawabku sembari didalam hati bersorak YESS……….. . “ Ya deh mas …. Saya turut mas aja !” Jawabnya pasrah.

Setiba di penginapan ternyata kamar yang tersedia tersisa 1 yang kosong yang lainnya telah di booking calon tamu lainnya dan tidak mampu di ganggu gugat kembali soalnya telah di bayar Full. “ Aduh mbak kamarnya Cuma tersedia satu yang kosong, gimana nih……” Tanpa menunggu jawaban langsung kujawab sendiri bersama dengan sedikit memaksa “ Udahlah mbak…. Mbak tidur dikamar aku saja biar aku yang tidur di sofa “. “ Tapi mas ……” jawabnya ragu, namun pada akhirnya seperti kebo di cucuk hidungnya turut dibelakangku menuju kamar sambil mengangkat tas Erni dan tasku sendiri.

Setelah masuk didalam kamar dan selesaikan segala urusan bersama dengan room layanan yang mengantar ke ruangan yang ku pesan. Kami terdiam sejenak, dan Erni terduduk di sofa sambil memandangku bingung. “ Silahkan mandi pernah mbak…… itu handuk bersih dan ini sabun cair dan shampoo aku yang mampu mbak pake , aku rapikan pernah perlengkapan saya, nanti selesai mandi kita cari makan malam di luar saja , gara-gara penginapan ini tidak buat persiapan makan malam yang sesuai bersama dengan selera aku “. Sambil menyodorkan perlengkapan mandiku ke Erni untuk digunakan dan Erni nurut aja apa yang ku sampaikan.

Setelah seluruhnya beres kita keluar penginapan mencari rumah makan yang biasa aku datangi kecuali singgah ke kota ini. Sambil makan kita banyak bercerita , terlebih Erni mampu kuperoleh cerita kecuali ia baru 3 tahun menikah bersama dengan suaminya yang masih kerabat dekat dan pilihan orang tuanya, namun didalam perjalanan pernikahannya suaminya tidak cukup memberi perhatian selayaknya suami kepada istrinya tidak cuman hanya untuk melampiaskan nafsu sexnya, untuk urusan lainnya suaminya tidak cukup mau tahu juga urusan berkunjung ke saudaranya di kota ini.
Tibalah saat kita kembali ke penginapan untuk istirahat, sesuai janjiku kecuali aku yang tidur di sofa namun Erni di daerah Tidur. Maklum deh Erni masih menganut kebiasaan di kampung kecuali tidur mesti menggunakan sarung bersama dengan tidak kenakan sehelai benangpun di badannya tidak cuman balutan sarung yang telah agak kumal. Nampak tahu wujud tubuh terlebih payudara yang kutaksir berukuran 36 B , menyembul di balik sarung yang dikenakannya yang keluar dikeremangan lampu tidur yang menyala bersama dengan redup. Hal ini membuatku semakin gelisah menghambat gejolak adikku yang dari tadi dambakan berontak konsisten tanpa peraturan yang tahu 

upanya Erni melihat kegelisahanku bersama dengan menyangka aku tersiksa kecuali mesti tidur di sofa, padahal bukan itu penyebabnya, supaya pada akhirnya dia pun bersuara. “ Mas …. Nggak mampu tidur ya… telah mas disini saja… toh daerah tidur ini masih memadai luas “. Tentunya ini kesempatan emas 24 karat yang tidak boleh aku sia-siakan, bersama dengan sedikit jual mahal aku menjawab “ ….Ya deh…. Memang agak tidak cukup nyaman nih tidur di sofa, namun mbak tidak keberatankan…”. “ Nggak koq mas silakan aja “ jawabnya.
Bergegaslah bersama dengan cara seorang kesatria Majapahit menuju ke empat tidur samping Erni. Ternyata Erni sempat melihat tersedia yang menyembul bersama dengan keras di balik celana pendek yang sebenarnya tidak mengenakan celana didalam kebiasaanku kecuali tidur. “ Ihh…. Mas ….itu apa yang berdiri dibalik celana mas….” Lugu erni bertanya. “ Ahh… mbak koq simak aja, ini kan gara-gara mbak juga “. Jawabku sekenanya sambil didalam hati berkata TUNGGU TANGGAL MAINNYA.

Sejenak kita berdua terdiam bersama dengan anggapan masing-masing. Selanjutnya aku mencoba menyentuh tangan erni, dan tidak tersedia penolakan dari erni yang membuatku semakin berani menarik tangannya dan memeluk dirinya bersama dengan sikap yang sangat mesra. “ Mas jangan panggil aku mbak ya… sebut aja Namaku “ Tiba-tiba Erni bersuara,” Oh ya…. “ jawabku. “ Maaf mas erni koq merasa nyaman dekat mas, tidak seperti suami erni yang tidak pernah menambahkan kemesraan seperti yang mas berikan ini “ kata erni lagi, “ Akupun begitu er…. , awal melihatmu dambakan rasanya aku memelukmu !” jawabku sedikit merayu.sambil memeluk dari belakang dan mencium bekang telinga sesudah itu leher anggota belakangnya, yang tanpa penolakan apalagi keluar Erni begitu menikmati. Kuberanikan untuk mengelus kening sesudah itu turun ke dada dan konsisten meremasinya bersama dengan halus terlebih kurang lebih puting yang keluar kian mengeras. Tidak tersedia jawaban atau kata yang keluar dari mulut Erni tidak cuman desahan nafas yang semakin memburu tidak teratur, tandanya erni telah merasa horny sesudah itu tanganku turun meraba perut dan konsisten menemukan rimbunan bulu-bulu tebal diantara dua lembah yang merasa merasa lembab sesudah itu mencair oleh lelehan air kenikmatan wanita yang tengah mendaki kearah puncak kenikmatan.

Tidak dinyana Erni membalikkan badannya membiarkan sarung kumal yang melapisi tubuh mulusnya yang baru kali inilah keluar bersama dengan jelas, dibalik keluguan wanita desa ternyata menaruh suatu kebolehan yang mampur memecahkan naluri laki laki yang menggeliat bersama dengan panasnya.
“ Mas…… !!!!!!”. sambil meremas adikku yang telah ditelanjangi oleh tangan halus Erni seperti meremas jagung yang akan dirontokkan pipilnya.” Aku tidak pernah merasakan kenikmatan seperti ini dari suamiku………akhhh….akkhhhh !!!!!!”. Erni semakin tidak mampu menguasai dirinya, apalagi saat kulumat habis puting teteknya yang kian mengeras. Berangsur turun ke puser perut dan kelubang kenikmatan. “ Okhh..okkhhhh……..mas …….nikmat……..akhhkk…….” Tak kuasa erni menghambat erangannya.

Kita berdua telah semakin larut didalam keinginan birahi yang bergelora bersama dengan tubuh yang tak satu helai benangpun yang masih melekat , diterangi sinar lampu tidur yang temaram. “ Erni aku telah nggak tahan kembali …..pengen ngentot memek anda !” Keluar kata dari mulutku yang semakin tidak cukup ajar, gara-gara adikku telah berada didalam kuluman mulut erni yang bersama dengan ganasnya melalap habis hingga ke pangkal batang apalagi biji pelirku pun tak luput dari sedotannya.

                 | POKER | CAPSA SUSUN | GAME ADU-Q | BANDAR-Q | BANDAR POKER |
                                                        | SAKONG ONLINE | DOMINO
                                
Erni rupanya tahu bersama dengan kata-kataku , maka bersama dengan selangkangan terbuka bersama dengan posisi WOT menelungkup memasukkan batang kontolku ke lubang memeknya secara perlahan namun pasti , naik turun tidak beraturan ,” Oh…. Mas nikkkkkmattttt……….!!!!!” Erni merasa mengoceh kesetanan , “ Mas kontolmu sedap sekali………..” malah erni. Akupun semakin keras memompa dan membanting tubuhnya ke kasur untuk merubah posisi bersama dengan Doggy style, menggenjotnya bersama dengan selamanya meremas tetek erni, “ Mas aku cape…………” keluh erni, Kubalikkan tubuhnya bersama dengan posisi MOT sebagai posisi pamungkas gara-gara kontolku telah merasa merasa berdenyut keras, “ Ohkkhhh…..mas aku nggak tahan …….akh..!!!!” Erni mengoceh bersama dengan lemahnya, saat remasan memeknya semakin memelintir batang kontolku , “ Oh….Erni tahan sebentar kembali aku juga mau keluar….” Pintaku kepada erni seembari meninggikan RPM genjotan kontolku di memek erni. Dan tiba-tiba “AKHH……………!!!!” Teriak Erni sejalan bersama dengan itu akupun tak mampu kembali menghambat semburan sperma kontolku kedalam memek erni sambil selamanya mengisap putting tetek erni yang kian mengeras.

Kita berdua tidak mampu menggambarkan apa yang berlangsung tadi yang tahu aku dan erni telah tidak bertenaga kembali untuk bergerak dan selamanya membiarkan tubuhku tengkurap di atas tubuh erni bersama dengan kontol yang masih tertancap di memek erni.
Semenit sesudah itu aku berangsur tertidur di samping tubuh bugil erni si wanita desa bersama dengan ceceran air memek erni dan sperma kontolku yang membasahi tubuh dan sperei daerah tidur yang bercampur keringat kita berdua.

Tak merasa saat telah membuktikan pukul 03.30 aku terbangun , dan mendapatkan erni masih tertidur bersama dengan ceceran sperma dan air memek yang merasa mongering di badan kita berdua dan sprei daerah tidur , kubangunkan erni dan kuajak untuk bersih-bersih di kamar mandi.

“ Mas …… maafin erni ya, koq erni malah mengajak mas bercinta..” Kata erni menyesal namun masih menaruh keinginan terpendam. “ Nggak apa koq er… aku juga bahagia bersama dengan apa yang telah kita perbuat, habis anda seksi sih membuat aku nafsu aja” kata ku nakal menggoda, sembari menyandarkan badannya ke dadaku. “ Akh….mas ini membuat malu aja..” sambil mencubit perutku. “ Jujur deh mas erni baru kali ini merasakan bercinta yang serius memicu erni serasa terbang kea wan” sambung erni. Sambil mengelus kontolku yang mengecil namun merasa keluar tanda-tanda akan bangun lagi.

“Mas… boleh nggak erni minta lagi..” Pinta Erni. WHY NOT pikirku, namun gengsi dong kalo aku langsung mengiyakan. “ Gimana ya….. namun aku telah cape nih “ jawabku untuk memancing layanan yang lebih ekstra tentunya, “ Trus gimana dong mas ? “ Erni sangat telah memelas , “ Erni mesti tau dong apa yang ku mau ! “ Jawabku sekali lagi. Tanpa ba bi bu erni langsung mengulum kontolku bersama dengan ganasnya dan tanganku tidak membiarkan untuk mengobok-obok tetek erni yang merasa mengeras juga, rupanya tak bahagia kontolku diisep, ia menggigit halus putting susuku yang memicu diriku terawang-awang ke langit tujuh.

“ Erni kita tukar ke sofa aja yuk !” sembari bangkit dari daerah tidur dan menuju sofa, gentian erni yang ku mandiin kucing dari ujung kaki hingga kuduknya. “ Ahkk…. Mas konsisten mas …..” erang erni. Erni sangat telah tidak mampu menguasai dirinya hingga teriak-teriak supaya mesti bersama dengan cepat kubekap mulutnya supaya tidak mengganggu tamu lainnya di penginapan itu.

“ masssss.. cepat entot aku mas telah tidak tahan nih…..” nada lirih erni memintaku supaya menusuk kontol ke memeknya. Blassss………… “ Akhhh………..” lirih erni sekali lagi.

Entah apa gara-gara kondisi malam itu yang semakin sepi atau sebenarnya setan telah begitu dominant menguasai otak kita berdua, langsung aja bersama dengan posisi erni yang nungging di sofa ku benamkan batang kontol ini yang juga telah dambakan mengakhiri permainan dashyat ini, kugenjot berulang-ulang kedalam lubang memek erni dan terakhir tersemburlah cairan maniku yang telah encer akibat sangat banyak yang dikeluarkan untuk memuaskan keinginan kita berdua “ Ohhhh… Erni…….” Bersamaan bersama dengan orgasmenya erni, yang memicu lututku semakin tak kuasa menghambat lemasnya dan mengantarkan kita untuk terduduk lemas sejenak di sofa.

Akhirnya kita bersih-bersih dikamar mandi dan tertidur hingga pagi harinya. “ Mas kapan kita mampu ketemu kembali ?” Tanya erni. “ Aku akan menghubungimu kembali kecuali tersedia saat Er..” jawabku.

Singkat cerita keesokan harinya aku mengantarkan erni menemui alamat saudaranya dan sebelumnya singgah di took hp untuk membelikan erni HP yang mampu aku menggunakan seandainya dambakan menemui erni. Kisah ini berlanjut ditempat yang lain dan kesempatan yang lain , sudah pasti tanpa sepengetahuan suami erni  

Share on Google Plus

About TANTE BASAH 69

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar